Presiden Jokowi Bangga, NU dan Muhammadiyah Terima Penghargaan Zayed Award: Inspirasi Toleransi dan Kemanusiaan bagi Bangsa Indonesia

Notification

×

Kategori Posting

Cari Postingan

Halaman

Iklan

Iklan

Indeks Pos

Presiden Jokowi Bangga, NU dan Muhammadiyah Terima Penghargaan Zayed Award: Inspirasi Toleransi dan Kemanusiaan bagi Bangsa Indonesia

Selasa, 06 Februari 2024 | Februari 06, 2024 WIB Last Updated 2024-02-06T07:38:58Z

 

DAMAIKU.ID -- Presiden Joko Widodo, dengan rasa bangga yang mendalam, mengumumkan dan merayakan penerimaan penghargaan bergengsi, yaitu Zayed Award for Human Fraternity, oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, dua organisasi keagamaan terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia, yang berlangsung dalam sebuah upacara megah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan di hadapan publik domestik dan internasional, Presiden Jokowi menegaskan betapa pentingnya momen bersejarah ini sebagai tonggak inspiratif bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat dan melanjutkan warisan toleransi, kemanusiaan, dan kerukunan yang telah menjadi pilar utama dari keberagaman Indonesia.

 

Sementara itu, kehadiran Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebagai utusan dari Presiden Jokowi dalam upacara tersebut menggambarkan solidaritas dan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia terhadap prestasi gemilang yang diraih oleh NU dan Muhammadiyah. Sebagai negara yang terkenal dengan pluralitas dan keragaman, penghargaan ini tidak hanya membanggakan bagi kedua organisasi, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.

 

Dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan, para pemimpin dan perwakilan dari NU dan Muhammadiyah menerima penghargaan ini sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasa mereka dalam mempromosikan perdamaian, persaudaraan, dan keadilan sosial di tengah masyarakat yang heterogen. Hal ini mencerminkan semangat dan tekad kuat mereka dalam menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi dunia dalam hal pluralisme agama dan keberagaman budaya.

 

Tidak hanya sebagai sebuah penghargaan semata, Presiden Jokowi juga menyoroti signifikansi dari dokumen Human Fraternity yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed al-Tayeb pada tahun 2019. Dokumen ini tidak hanya menjadi sebuah manifesto penting dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama, tetapi juga menjadi pedoman bagi Indonesia dalam membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan harmonis.

 

Dengan menerima penghargaan ini, Indonesia kembali menegaskan komitmen kuatnya terhadap upaya membangun dunia yang lebih harmonis, inklusif, dan berkeadilan bagi semua warganya. Selain itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai oleh Uni Emirat Arab di berbagai bidang, serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral antara kedua negara dalam upaya mempromosikan perdamaian, pembangunan, dan kesejahteraan di kawasan dan dunia.

 

Penghargaan ini juga menjadi cermin bagi seluruh bangsa Indonesia tentang pentingnya menjaga nilai-nilai luhur keagamaan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah tantangan dan dinamika yang kompleks, penghargaan ini menjadi pemicu semangat baru bagi Indonesia untuk terus menjadi teladan dalam memperjuangkan toleransi, kerukunan, dan persaudaraan di tengah keragaman masyarakatnya.


Dalam upaya menjalankan misi mulia ini, baik NU maupun Muhammadiyah berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna menciptakan dunia yang lebih baik, di mana setiap individu dapat hidup dalam kedamaian, kesetaraan, dan martabat yang sama. Dengan penerimaan penghargaan ini, NU dan Muhammadiyah juga menegaskan peran pentingnya dalam upaya membangun harmoni, persatuan, dan solidaritas di antara umat manusia, serta mendorong semangat kerja sama lintas agama dan lintas budaya untuk terus berkembang dan memberi dampak positif bagi dunia.

Tag Terpopuler