Odisea Keberagaman: 60 Mahasiswa Prodi SAA UIN SGD Bandung Membuka Pintu Ajaib Menuju Moderasi Beragama dalam Petualangan Seru Praktik Profesi Mahasiswa

Notification

×

Kategori Posting

Cari Postingan

Halaman

Iklan

Iklan

Indeks Pos

Odisea Keberagaman: 60 Mahasiswa Prodi SAA UIN SGD Bandung Membuka Pintu Ajaib Menuju Moderasi Beragama dalam Petualangan Seru Praktik Profesi Mahasiswa

Kamis, 01 Februari 2024 | Februari 01, 2024 WIB Last Updated 2024-02-06T07:04:11Z


DAMAIKU.ID -- Dalam langkah mengukir jejak mahasiswa yang penuh makna, Program Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin, UIN SGD Bandung, memimpin 60 mahasiswa semester VI menuju pengalaman luar biasa melalui Program Praktik Profesi Mahasiswa (PPM). Jadwalnya terencana mulai 20 Pebruari hingga 30 April 2024, dimana mereka akan merasakan warna sejati Moderasi Beragama dalam 10 tempat berbeda di wilayah Bandung Raya.


Bukan sekadar praktik lapangan, mahasiswa akan menjelajahi keberagaman keuskupan/gereja Katolik, jaringan aliran kepercayaan, vihara, hingga kantor Kementerian Agama. Setiap langkahnya akan didampingi oleh 10 Dosen Pembimbing Lapangan yang siap memandu mereka menuju pemahaman mendalam tentang realitas sosial dan keagamaan.


Dalam catatan pembukaan acara PPM 2024, Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin, Dr. Ecep Ismail, M.Ag, merinci bahwa PPM bukan hanya sekadar tugas akademis rutin, melainkan juga jendela bagi mahasiswa untuk merasakan denyut kehidupan sosial dengan tema 'Pengalaman Moderasi Beragama'. Tema ini sendiri selaras dengan rencana strategis program studi yang menjadi pusat perhatian Kementerian Agama Republik Indonesia. Acara pembukaan ini dihelat di Aula Fakultas Ushuluddin pada Jumat, 26 Januari 2024, dan menandai awal petualangan berharga mahasiswa menuju pemahaman yang lebih dalam tentang harmoni beragama."


Menurut Ecep, menerapkan literasi moderasi beragama di masyarakat membawa Program Praktik Profesi Mahasiswa (PPM) ke level Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM). Oleh karena itu, saat MBKM diterapkan pada semester VI dan VII, semua mata kuliahnya menjadi berorientasi MBKM.


Sejak 2023, angkatan VI dan VII sepenuhnya mendukung MBKM, memungkinkan satu kegiatan melibatkan hingga 5 mata kuliah (10-20 SKS). Namun, untuk angkatan 2021 yang belum sepenuhnya masuk MBKM, pemilihan mata kuliah yang dapat dikonversi ke MBKM menjadi pilihan." ujarnya.



Di sisi lain, Ketua Rumah Moderasi Beragama UIN SGD Bandung, Dr. Usep Dedi Rostandi, MA, memberikan apresiasi kepada PPM prodi SAA yang mengangkat tema Pengalaman Moderasi Beragama. Ini karena Moderasi Beragama menjadi program prioritas Kementerian Agama RI.


Ia berharap bahwa melalui PPM ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori-teori moderasi beragama yang telah dipelajari di kampus. Menurutnya, tidak semua ilmu dapat dipelajari di kampus; beberapa di antaranya harus dipraktekkan di lapangan. "Ketika melakukan PPM, kalian akan mendapatkan ilmu baru yang tidak diajarkan di kampus," terang Usep.


Ia menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan budaya, memiliki potensi untuk maju atau mundur. Keberagaman tersebut memiliki potensi positif dan negatif. Jika tidak dikelola dengan baik, keberagaman dapat menyebabkan konflik dan perpecahan dalam bangsa. "Dengan melibatkan diri dalam Program Praktik Profesi Mahasiswa (PPM), diharapkan mahasiswa tidak hanya meraih pencapaian akademis, tetapi juga mampu menjadi agen moderasi beragama yang aktif dalam masyarakat," tegas Usep.


Lebih lanjut ditegaskan, sebagai salah satu pilar moderasi beragama di Indonesia, mahasiswa memiliki peran krusial dalam mengembangkan konsep moderasi beragama di tengah masyarakat. Tugas mereka melibatkan edukasi tentang pentingnya toleransi, dengan tujuan menciptakan kedamaian dan memperkuat kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Ketua Program Studi Agama-Agama (SAA), Dr. Ilim Abdul Halim, menyoroti pentingnya menyebarkan informasi terkait arah pelaksanaan Praktik Profesi Mahasiswa di SAA. Dalam konteks ini, PPM menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh di kampus, baik dalam aspek teori agama-agama, sejarah agama-agama, maupun moderasi beragama.


"Saat ini, mengingat adanya program prioritas Kementerian Agama mengenai Moderasi Beragama, maka tema PPM diusung dengan judul ‘Pengalaman Moderasi Beragama’," ujar Ilim. Ia lebih lanjut menjelaskan tiga aspek krusial dalam studi agama, yaitu penanaman nilai-nilai moderasi beragama yang terintegrasi secara teoritis dalam mata kuliah, ekspresi pengalaman moderasi beragama melalui Praktik Profesi Mahasiswa, dan penguatan moderasi beragama yang dijalankan oleh pihak pengelola, termasuk Prodi, Fakultas, Universitas, dan Perpres tahun 2023.


"Kami, dari Program Studi Agama-Agama, berkomitmen untuk memperkuat pemahaman tentang Moderasi Beragama melalui pelaksanaan Praktik Profesi Mahasiswa, dengan melibatkan unsur Dekanat dan Ketua Rumah Moderasi Beragama," tandas Ilim.

Tag Terpopuler