Prof. Kamaruzzaman Soroti Pentingnya Integrasi Moderasi Beragama dalam Dunia Virtual di AICIS 2024

Notification

×

Kategori Posting

Cari Postingan

Halaman

Iklan

Iklan

Indeks Pos

Prof. Kamaruzzaman Soroti Pentingnya Integrasi Moderasi Beragama dalam Dunia Virtual di AICIS 2024

Selasa, 06 Februari 2024 | Februari 06, 2024 WIB Last Updated 2024-02-06T07:17:52Z


DAMAIKU.ID -- Semarang, 3 Februari 2024 - Pada hari ke-3 Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024 yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, sorotan tertuju pada Plenary Session #2 yang mengangkat tema 'Fiqih and Religious Moderation in Global Context'. Acara yang dihadiri oleh sejumlah cendekiawan dan praktisi agama Islam dari berbagai negara tersebut menjadi panggung penting untuk membahas isu-isu yang relevan dengan konteks global, terutama terkait dengan moderasi beragama di era digital.


Prof. Kamaruzzaman, seorang pakar dalam bidang studi Islam yang juga menjabat sebagai Presiden Asian Muslim Action Network (AMAN) serta dosen di UIN Ar-Rainry Banda Aceh, memimpin diskusi yang mempertimbangkan urgensi integrasi nilai-nilai moderasi beragama ke dalam dunia maya. Dalam konferensi pers yang digelar di Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Prof. Kamaruzzaman dengan tegas menegaskan bahwa dalam menghadapi tantangan zaman, isu moderasi beragama tidak bisa diabaikan di ranah digital. "Dunia virtual memiliki pengaruh yang semakin kuat dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu memastikan bahwa nilai-nilai moderasi beragama juga hadir di dalamnya," ujarnya dengan penuh keyakinan.


Prof. Kamaruzzaman juga menyoroti fenomena kurangnya eksposur kata kunci moderasi beragama di media sosial, khususnya platform seperti TikTok. Menurutnya, hal ini menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut untuk mempromosikan informasi keagamaan secara efektif di tengah arus informasi yang begitu deras di dunia maya. "Kita perlu memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan inklusif," tambahnya.


Tidak hanya itu, Prof. Kamaruzzaman juga menggarisbawahi pentingnya rekayasa sosial baru di ranah virtual untuk memperkuat kesadaran manusia terhadap nilai-nilai moderasi beragama. Dia menekankan perlunya pengembangan konsep-konsep baru dalam rekayasa sosial yang dapat mengubah cara berpikir masyarakat dalam hal ini. "Kita perlu menciptakan lingkungan virtual yang mendukung terbentuknya komunitas-komunitas online yang mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan moderasi beragama," paparnya dengan antusiasme.


Plenary Session #2 AICIS 2024 juga dihadiri oleh tiga pembicara lainnya yang memberikan kontribusi berharga dalam diskusi tersebut, yaitu Prof. Madya Dr. Kamaluddin Marjuni dari Universiti Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Prof. Rahimin Afandi bin Abdul Rahim dari University of Malaya, Malaysia, serta Assistant Professor Dr. Jassim Mohammed Harjan dari University of Baghdad, Iraq.


Dengan berbagai pandangan yang disampaikan oleh para ahli di bidangnya, AICIS 2024 memberikan platform yang berharga untuk diskusi mendalam mengenai isu-isu penting dalam konteks global, khususnya terkait moderasi beragama dan tantangan di era digital saat ini. Melalui kolaborasi dan pertukaran gagasan yang intensif, diharapkan AICIS 2024 dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menghadapi kompleksitas tantangan zaman yang terus berkembang di era digital.

Tag Terpopuler